KELUH KESAH MEMBUAT MERASA TIDAK BERUNTUNG, CEPAT LELAH DAN SAKIT

Ada dua ember yang diikat dengan tali dan digantung di kerekan di atas sumur. Pemilik sumur ini (maaf, ketemu sumur lagi he.. he..) biasa menurunkan keduanya ke dasar sumur dalam keadaan kosong untuk menariknya ke atas dalam keadaan penuh berisi air.

Kedua ember bertemu di tengah sumur lalu ember yang kosong dan menari-nari berkata kepada ember yang penuh dengan air sambil menetes seperti air mata,“Kenapa kamu menangis?”

Ia menjawab, “Bagaimana saya tidak menangis, sedangkan saya membawa air yang berat ini naik ke atas dengan susah payah lalu pemilik sumur mengembalikan aku lagi ke kegelapan dasar sumur?”

Kemudian ember yang menangis bertanya kepada ember kosong dan menari-nari, “Kamu kenapa menari-nari?”

Ia menjawab, “Bagaimana saya tidak menari-nari sedangkan saya turun ke dasar sumur lalu berisi penuh dengan air yang jernih kemudian saya naik ke atas bertemu dengan cahaya dan matahari lagi.”

 

 


PESAN:

  • Keluh kesah adalah cermin jiwa yang ringkih dan tidak memahami karakter utama kehidupan dunia, yaitu tempat bekerja keras dan bersusah payah. Firman Allah:“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah” (Al-Balad: 4).
  • Keluh kesah adalah cermin jiwa yang belum ter-tarbiyah dengan matang. Karena itu, Allah menyebutkan serangkaian tarbiyah (terapi) yang harus dijalani untuk menghilangkan sifat keluh kesah dari jiwa.
  • Rangkaian terapi ini disebutkan Allah dalam surat Al-Ma’arij: 19-35. Diantaranya disiplin menjaga shalat lima waktu berjama’ah di masjid. Khusus terapi shalat ini disebutkan dua kali di awal dan akhir karena urgensinya.
  • Keluh kesah hanya membuat pekerjaan ringan terasa berat, cepat lelah, dan bisa merusak keikhlasan.
  • Keluh kesah juga bisa membuat sudut pandang menjadi gelap hingga membuat hati dan pikiran tidak ceria.
  • Keluh kesah menjadi senjata setan yang digunakan untuk menghentikan seseorang dari melakukan berbagai kebaikan dan menurunkannya dari gerbong dakwah yang sedang melaju kencang.
  • Berhentilah berkeluh kesah karena tidak ada guna dan hanya merusak kejernihan suasana.

Senyum pagi!


Kolom ini adalah nasehat penyejuk hati dari penulis. Penulis bernamaUst. KH. Aunur Rofiq Saleh Tamhid, LCyang saat ini sebagai Ketua Dewan Pensaihat Insan Mandiri Kalisari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *