JSIT Gelar Workshop Nasional Para Konselor SIT

JAKARTA – Sebanyak 91 peserta yang tersebar dari 23 wilayah di Indonesia mengikuti Workshop Nasional bagi para konselor Sekolah Islam Terpadu (SIT). Kegiatan ini digelar oleh JSIT Indonesia dengan menggandeng Yayasan Kita dan Buah Hati pimpinan Elly Risman di Hotel Bumi Wiyata, Depok pada 30 September hingga 2 Oktober 2016. Sesuai tema workshop yang diusung ‘Selamatkan Anak Emas Indonesia’, JSIT bersama Yayasan Kita dan Buah hati ingin berkontribusi dalam menyelamatkan generasi muda Indonesia dari berbagai bahaya yang mengancam di sekitar kita. Bahaya tersebut diantaranya bahaya pergaulan bebas, narkoba dan bahaya-bahaya lainnya yang menghancurkan akhlak anak-anak kita.

img20160930112947Workshop yang bertujuan untuk menyiapkan trainer-trainer nasional di bidang konseling ini dihadiri oleh peserta-peserta dari beberapa wilayah di Indonesia diantaranya Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Utara dan Riau.

Yayasan Insan Mandiri Mulia mengirimkan 2 utusannya sebagai peserta, yakni Murniati, S.Pd, M.Si dan Tuti Alawiyah, S.Pd. Mereka adalah guru-guru terbaik SDIT Insan Mandiri Jakarta yang terletak di Jl. Batu Merah No.71, Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Selain kedua guru tersebut yang mewakili almamater Insan Mandiri, Abdul Hakim, S.Kom, MM juga ikut hadir sebagai salahsatu panitia yang menggagas acara ini. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala SMPIT Insan Mandiri Kalisari.

Elly Risman, Psi. Direktur sekaligus yang juga terjun sebagai psikolog dan trainer Yayasan Kita dan Buah Hati mengungkapkan bahwa anak-anak kita harus diselamatkan dari bahaya di sekelilingnya yang mengancam. Peran orangtua sangat penting dan diperlukan sekali untuk menjaga mereka. Ibu yang telah mengikuti berbagai pelatihan Parenting di USA ini berpesan agar orangtua harus melakukan komunikasi dan perhatian yang intensif kepada anak-anaknya. Orangtua yang baik adalah yang mampu memahami anak-anaknya, sehingga anak-anak terbuka melakukan ‘curhat’ kepada orangtuanya sendiri.

Lulusan Psikologi UI yang telah bercucu 4 ini juga menghimbau kepada pengelola sekolah tingkat SMP agar menguci pintu kelas saat istirahat.

“Saya minta kepada sekolah tingkat SMP, agar saat istirahat semua anak-anak di luar kelas. Jika perlu kunci kelas tersebut. Guru-guru jangan asyik di ruang guru, temani mereka. Berdasarkan data yang kami miliki saat istirahat banyak murid-murid yang menggunakan kesempatan istirahat untuk berbuat asusila” tegasnya berapi-api.

Workshop nasional ini juga mempersiapkan secara teknis perangkat dan pola yang efektif dalam hal pembinaan siswa, teknik-teknik konseling, deteksi permasalahan siswa hingga bagaimana teknik melakukan sinergi guru dan orangtua dalam penanganan siswa.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *